Kitab Tajwid

A.kitab yang mempelajari ilmu tajwid diantaranya :
1. Fathul Athfal
2. Jazariyah
3. Hidayatul Mustafid
4. Minajul Fikriyah
5. Nihayatul Qaulil Mufid
6. Manarul Huda

"sulaiman al-jamzuri

At-tahsin

 

B. Kitab yang mempelajari Qiro’atus sab’ah :
1. Al-Mukaror
2. Syatibiyah
3. sirojul Qori

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pengertian & Hukum Ilmu Tajwid

 

 

Pengertian Tajwid menurut bahasa (ethimologi) adalah: memperindah sesuatu.
Sedangkan menurut istilah, Ilmu Tajwid adalah pengetahuan tentang kaidah serta cara-cara membaca Al-Quran dengan sebaik-baiknya.

Tujuan ilmu tajwid adalah memelihara bacaan Al-Quran dari kesalahan dan perubahan serta memelihara lisan (mulut) dari kesalahan membaca.

Belajar ilmu tajwid itu hukumnya fardlu kifayah, sedang membaca Al-Quran dengan baik (sesuai dengan ilmu tajwid) itu hukumnya Fardlu ‘Ain.

Dalil Wajib Mempraktekkan Tajwid Dalam Setiap Pembacaan Al-Qur’an:

 

  1. Dalil dari Al-Qur’an.

    Firman Allah s.w.t.:

    Artinya: Dan bacalah Al-Qur’an itu dengan perlahan/tartil (bertajwid)
    [Q.S. Al-Muzzammil (73): 4].

    Ayat ini jelas menunjukkan bahwa Allah s.w.t. memerintahkan Nabi s.a.w. untuk membaca Al-Qur’an yang diturunkan kepadanya dengan tartil, yaitu memperindah pengucapan setiap huruf-hurufnya (bertajwid).

    Firman Allah s.w.t. yang lain:

    Artinya: Dan Kami (Allah) telah bacakan (Al-Qur’an itu) kepada (Muhammad s.a.w.) secara tartil (bertajwid) [Q.S. Al-Furqaan (25): 32].

  2. Dalil dari As-Sunnah.

    Dalam hadits yang diriwayatkan dari Ummu Salamah r.a. (istri Nabi s.a.w.), ketika beliau ditanya tentang bagaiman bacaan dan sholat Rasulullah s.a.w., maka beliau menjawab:

    Artinya: “Ketahuilah bahwa Baginda s.a.w. sholat kemudian tidur yang lamanya sama seperti ketika beliau sholat tadi, kemudian Baginda kembali sholat yang lamanya sama seperti ketika beliau tidur tadi, kemudian tidur lagi yang lamanya sama seperti ketika beliau sholat tadi hingga menjelang shubuh. Kemudian dia (Ummu Salamah) mencontohkan cara bacaan Rasulullah s.a.w. dengan menunjukkan (satu) bacaan yang menjelaskan (ucapan) huruf-hurufnya satu persatu.” (Hadits 2847 Jamik At-Tirmizi)

    Dalam hadits yang diriwayatkan dari Abdullah Ibnu ‘Amr, Rasulullah s.a.w. bersabda:

    Artinya: “Ambillah bacaan Al-Qur’an dari empat orang, yaitu: Abdullah Ibnu Mas’ud, Salim, Mu’az bin Jabal dan Ubai bin Ka’ad.” (Hadits ke 4615 dari Sahih Al-Bukhari).

  3. Dalil dari Ijma’ Ulama.

    Telah sepakat para ulama sepanjang zaman sejak dari zaman Rasulullah s.a.w. sampai dengan sekarang dalam menyatakan bahwa membaca Al-Qur’an secara bertajwid adalah suatu yang fardhu dan wajib. Pengarang kitab Nihayah menyatakan: “Sesungguhnya telah ijma’ (sepakat) semua imam dari kalangan ulama yang dipercaya bahwa tajwid adalah suatu hal yang wajib sejak zaman Nabi s.a.w. sampai dengan sekarang dan tiada seorangpun yang mempertikaikan kewajiban ini.”

 

 

 

Terdapat 4 tingkatan atau mertabat bacaan Al Quran yaitu bacaan dari segi cepat atau perlahan:

 

  1. At-Tahqiq:
    Bacaannya seperti tartil cuma lebih lambat dan perlahan, seperti membetulkan bacaan huruf dari makhrajnya, menepatkan kadar bacaan mad dan dengung.

    Tingkatan bacaan tahqiq ini biasanya bagi mereka yang baru belajar membaca Al Quran supaya dapat melatih lidah menyebut huruf dan sifat huruf dengan tepat dan betul.

  2. Al-Hadar:
    Bacaan yang cepat serta memelihara hukum-hukum bacaan tajwid. Tingkatan bacaan hadar ini biasanya bagi mereka yang telah menghafal Al Quran, supaya mereka dapat mengulang bacaannya dalam waktu yang singkat.
  3. At-Tadwir:
    Bacaan yang pertengahan antara tingkatan bacaan tartil dan hadar, serta memelihara hukum-hukum tajwid.
  4. At-Tartil
    Bacaannya perlahan-lahan, tenang dan melafazkan setiap huruf dari makhrajnya secara tepat serta menurut hukum-hukum bacaan tajwid dengan sempurna, merenungkan maknanya, hukum dan pengajaran dari ayat.

    Tingkatan bacaan tartil ini biasanya bagi mereka yang sudah mengenal makhraj-makhraj huruf, sifat-sifat huruf dan hukum-hukum tajwid. Tingkatan bacaan ini adalah lebih baik dan lebih diutamakan.

Huruf Hijaiyah

 

 

Terdapat 28 huruf dasar (asas/asli) di dalam Al-Quran dan 2 huruf pengganti yang dikenal juga dengan nama huruf-huruf Hijaan atau Hijaiyah, yaitu:

Huruf Bacaan

 

qaf

 

kaf

 

lam

 

mim

 

nun

 

wau

 

ha’

 

lam-alif

 

hamzah

 

ya

 

Huruf Bacaan

 

zay

 

sin

 

syin

 

shad

 

dhad

 

tha

 

zha

 

‘ain

 

ghain

 

fa

 

Huruf Bacaan

 

alif

 

ba

 

ta

 

tsa

 

jim

 

ha

 

kha

 

dal

 

dzal

 

ra
Lam-Alif, Hamzah, Ta Marbuthah &

Alif Maksurah

 

 

  1. Lam-alif ( ).
    Huruf merupakan kombinasi dari 2 huruf yaitu: huruf (lam) diikuti oleh huruf (alif).
  2. Hamzah ( ).
    Huruf bisa ditulis secara:

    1. Berdiri sendiri: (hamzah)
    2. Di atas atau di bawah huruf (alif): (alif hamzah atas) atau (alif hamzah bawah)
    3. Di atas huruf (ya) tanpa dua titik di bawahnya: (ya hamzah)
    4. Di atas huruf (wau): (wau hamzah).
    5. Di atas atau di bawah huruf (lam-alif): (lam-alif hamzah atas) atau (lam-alif hamzah bawah)

 

  1. Ta marbuthah ( ).
    Huruf hanya muncul di akhir kata. Jika bacaan berhenti pada kata itu maka huruf tersebut dibaca seperti huruf (ha’). Jika bacaan tidak berhenti pada kata itu maka huruf tersebut dibaca seperti huruf (ta).


    Al-Israa’ (17): 39   Bunyi Surah: Klik Surah di Atas !

  2. Alif Maksurah ( ).
    Huruf yaitu huruf (alif) yang ditulis seperti huruf (ya) namun tanpa dua titik di bawahnya. Huruf hanya muncul di akhir kata dan berfungsi sebagai tanda baca panjang, sebagaimana huruf (alif) juga bisa berfungsi seperti itu.


    Al-Israa’ (17): 39   Bunyi Surah: Klik Surah di Atas !

Tanda-Tanda Baris

 

 

  1. Baris di atas (Fathah)
    Memberikan bunyi vokal ‘a’, contoh: (ba)
  2. Baris di bawah (Kasrah)
    Memberikan bunyi vocal ‘i’, contoh: (bi)
  3. Baris di hadapan (Dhammah)
    Memberikan bunyi vokal ‘u’, contoh: (bu)
  4. Tanda mati (Sukun)
    Tanda sukun di atas sebuah huruf berarti huruf itu mati, contoh: (ab)
  5. Baris dua di atas (Fathatain)
    Memberikan bunyi ‘an’, contoh: (ban).
  6. Baris dua di bawah (Kasratain)
    Memberikan bunyi ‘in’, contoh: (bin).
  7. Baris dua di hadapan (Dhammatain)
    Memberikan bunyi ‘un’, contoh: (bun).
  8. Sabdu di atas (Syaddah Fathah)
    Contoh: (abba).
  9. Sabdu di bawah (Syaddah Kasrah)
    Contoh: (abbi).
  10. Sabdu di hadapan (Syaddah Dhammah)
    Contoh: (abbu).
  11. Sabdu dua di atas (Syaddah Fathatain)
    Contoh: (abban).
  12. Sabdu dua di bawah (Syaddah Kasratain)
    Contoh: (abbin).
  13. Sabdu dua di hadapan (Syaddah Dhammatain)
    Contoh: (abbun).
  14. Fathah-alif dibaca panjang 2 harakat (hitungan)
    Contoh: (baa).
  15. Kasrah-alif dibaca panjang 2 harakat (hitungan)
    Contoh: (bii).
  16. Dhammah terbalik dibaca panjang 2 harakat (hitungan)
    Contoh: (buu).
  17. Maddah dibaca panjang antara 3 sampai dengan 4 harakat (hitungan)
    Contoh: (baaa) .
Tempat Keluar Huruf (Makhraj)

 

 

Tiap-tiap huruf hijaiyah mempunyai tempat keluarnya masing-masing dari bagian-bagian mulut tertentu. Tempat keluar huruf ini dinamakan Makhraj. Makhraj huruf ini dapat dikelompokkan atas:

 

  1. Kelompok huruf-huruf Halqiah (Tenggorokan)
  2. Kelompok huruf-huruf Lahawiyah (Tekak)
  3. Kelompok huruf-huruf Syajariah (Tengah Lidah)
  4. Kelompok huruf-huruf Asaliyah (Ujung Lidah)
  5. Kelompok huruf-huruf Dzalaqiyah (Pinggir Lidah)
  6. Kelompok huruf-huruf Nith’iyah (Langit-langit Mulut)
  7. Kelompok huruf-huruf Litsawiyah (Gusi)
  8. Kelompok huruf-huruf Syafawiyah (Bibir)

 

Bunyi Huruf: Klik Huruf dengan Latar Belakang Warna Kuning !

Huruf-hurufnya adalah: hamzah, ha’, ‘ain, ha, ghain dan kha.
Huruf hamzah dan ha’ makhrajnya di tenggorokan bagian dalam.
Huruf ‘ain dan ha makhrajnya di tenggorokan bagian tengah.
Huruf ghain dan kha makhrajnya di tenggorokan bagian luar.


Cetak

Bunyi Huruf: Klik Huruf dengan Latar Belakang Warna Kuning !

Huruf-hurufnya adalah: qaf dan kaf.
Huruf qaf makhrajnya di pangkal lidah dekat tenggorokan, sejajar dengan langit-langit lunak.
Huruf kaf makhrajnya di pangkal lidah, sejajar dengan langit-langit lunak, sedikit di bawah makhraj qaf.

Kelompok huruf-huruf Syajariah (Tengah Lidah)

 

 

Bunyi Huruf: Klik Huruf dengan Latar Belakang Warna Kuning !

Huruf-hurufnya adalah: jim, syin, ya dan dhad.
Huruf jim, syin dan ya makhrajnya di lidah bagian tengah, sejajar dengan langit-langit keras bagian atas.
Huruf dhad makhrajnya di sisi lidah, sejajar dengan geraham bagian atas.

Bunyi Huruf: Klik Huruf dengan Latar Belakang Warna Kuning !

Huruf-hurufnya adalah: zay, sin dan shad.
Huruf zay, sin dan shad makhrajnya di ujung lidah lewat gigi seri atas, yaitu di atas gigi seri bawah dengan sedikit kelonggaran.

Bunyi Huruf: Klik Huruf dengan Latar Belakang Warna Kuning !

Huruf-hurufnya adalah: lam, nun dan ra.
Huruf lam makhrajnya adalah di ujung lidah sejajar dengan gusi atas.
Huruf nun makhrajnya adalah di ujung lidah, sedikit di bawah makhraj lam.
Huruf ra makhrajnya adalah di ujung lidah, sedikit di bawah makhraj nun.

Bunyi Huruf: Klik Huruf dengan Latar Belakang Warna Kuning !

Huruf-hurufnya adalah: tha, dal dan ta.
Huruf tha, dal dan ta makhrajnya di ujung lidah lewat pangkal gigi seri atas

Bunyi Huruf: Klik Huruf dengan Latar Belakang Warna Kuning !

Huruf-hurufnya adalah: zha, dal dan tsa.
Huruf zha, dal dan tsa keluar dengan menempelkan ujung lidah di ujung gigi seri atas

Bunyi Huruf: Klik Huruf dengan Latar Belakang Warna Kuning !

Huruf-hurufnya adalah: ba, wau, mim dan fa.
Huruf ba, wau dan mim makhrajnya di antara dua bibir.
Huruf fa makhrajnya di bagian dalam bibir bawah serta ujung gigi seri atas.

Sifat-Sifat Huruf: Jahr dan Hams

 

 

Jahr, yaitu:
Tertahannya nafas di tempat makhraj ketika melafalkan huruf karena persentuhan/tempelan antara dua organ penutur sangat kuat di tempat makhraj tersebut. Sifatnya kuat, lawannya Hams. Hurufnya ada 18, yaitu selain huruf-huruf Hams.

Bunyi Huruf: Klik Huruf dengan Latar Belakang Warna Kuning !

Hams, yaitu:
Meluncurnya nafas ketika melafalkan huruf tanpa ada hambatan, karena persentuhan antara dua organ penutur di tempat makhraj sangat lemah. Sifatnya lemah, lawannya Jahr. Hurufnya ada 10, yaitu yang tergabung dalam kalimat:

Bunyi Huruf: Klik Huruf dengan Latar Belakang Warna Kuning !

Sifat-Sifat Huruf: Istila dan Istifal

 

 

Isti’la’, yaitu:
Terangkatnya sebagian besar lidah ketika melafalkan huruf. Sifatnya kuat, lawannya Istifal. Hurufnya ada 7, yaitu yang tergabung dalam kalimat:

Bunyi Huruf: Klik Huruf dengan Latar Belakang Warna Kuning !

Istifal, yaitu:
Menuturkan huruf dengan menurunkan sebagian besar lidah ke dasar permukaan mulut. Sifatnya lemah, lawannya Isti’la’. Hurufnya ada 21, yaitu selain huruf-huruf Isti’la’.

Bunyi Huruf: Klik Huruf dengan Latar Belakang Warna Kuning !

Sifat-Sifat Huruf: Ithbaq dan Infitah

 

 

Ithbaq, yaitu:
Mengangkat lidah ke arah langit-langit lunak ketika melafalkan huruf. Sifatnya kuat, lawannya Infitah. Hurufnya ada 4, yaitu: Shad, Dhad, Tha dan Zha.

Bunyi Huruf: Klik Huruf dengan Latar Belakang Warna Kuning !

Infitah, yaitu:
Merenggangkan lidah dari langit-langit lunak ketika melafalkan huruf. Sifatnya lemah, lawannya Ithbaq. Hurufnya ada 24, semua huruf hijaiyah selain Shad, Dhad, Tha dan Zha.

Bunyi Huruf: Klik Huruf dengan Latar Belakang Warna Kuning !

Sifat-Sifat Huruf: Ishmat dan Idzlaq

 

 

Ishmat, yaitu:
Huruf yang agak berat dan tidak dapat dilafalkan dengan cepat karena makhrajnya jauh dari ujung lidah. Sifatnya kuat, lawannya Idzlaq. Hurufnya ada 22, yaitu selain huruf Idzlaq.

Bunyi Huruf: Klik Huruf dengan Latar Belakang Warna Kuning !

Idzlaq, yaitu:
Huruf yang dapat diucapkan dengan ringan dan cepat karena makhrajnya di ujung lidah. Sifatnya lemah, lawannya Ishmat. Hurufnya ada 6, yaitu yang tergabung dalam kata:

Bunyi Huruf: Klik Huruf dengan Latar Belakang Warna Kuning !

Sifat-Sifat Huruf: Syiddah dan Rakhawah

 

 

Syiddah, yaitu:
Menahan suara sejenak di tempat makhraj, kemudian melepaskannya secara tiba-tiba bersama udara. Sifatnya kuat, lawannya Rakhawah. Hurufnya ada 8, yaitu yang tergabung dalam kalimat:

Bunyi Huruf: Klik Huruf dengan Latar Belakang Warna Kuning !

Rakhawah, yaitu:
Meluncurnya suara ketika melafalkan huruf tanpa ada hambatan karena pertemuan dua organ penutur di tempat makhraj lemah. Sifatnya lemah, lawannya Syiddah. Hurufnya ada 15, yaitu selain huruf Syiddah dan Mutawassith.

Bunyi Huruf: Klik Huruf dengan Latar Belakang Warna Kuning !

ifat-Sifat Huruf: Mutawassith

 

 

Mutawassith (Pertengahan), yaitu:
Menyederhanakan suara ketika melafalkan huruf. Sifatnya antara Syiddah dan Rakhawah. Hurufnya ada 5, yaitu yang tergabung dalam kalimat:

Bunyi Huruf: Klik Huruf dengan Latar Belakang Warna Kuning !

Sifat-Sifat Huruf: Shafir

 

 

Shafir, yaitu:
Suara tambahan yang mirip suara siulan. Sifatnya kuat. Hurufnya ada 3, yaitu: Zay, Sin dan Shad

Qalqalah:
Qalqalah menurut bahasa, berarti getaran.
Menurut istilah tajwid, getaran suara terjadi ketika mengucapkan huruf yang sukun sehingga menimbulkan semacam aspirasi suara yang kuat, baik sukun asli ataupun tidak.
Huruf qalqalah ada 5, yaitu yang tergabung dalam yaitu: huruf , , , dan

Syarat qalqalah: Hurufnya harus sukun, baik sukun asli atau yang terjadi karena berhenti pada huruf qalqalah.

alqalah Tingkatan Rendah:
Tingkat qalqalah yang paling rendah terjadi apabila huruf qalqalah terletak di tengah-tengah kata. Seperti huruf qaf pada kalimat:

Layin, yaitu:
Keluarnya suara dengan mudah dan memanjang. Sifatnya lemah. Hurufnya ada 2, yaitu: Wau dan Ya.

Inhiraf, yaitu:
Beralihnya suatu huruf setelah keluar dari makhrajnya kepada makhraj huruf lain. Sifatnya kuat. Hurufnya ada 2, yaitu: Lam dan Ra.

Takrir, yaitu:
Bergetarnya ujung lidah ketika melafalkan huruf. Sifatnya kuat. Hurufnya ada 1, yaitu: R

Tafasysyi, yaitu:
Tersebarnya udara dalam mulut ketika melafalkan huruf. Sifatnya kuat. Hurufnya ada 1, yaitu: Syin.

Istithalah, yaitu:
Memanjangnya suara pada makhraj huruf. Sifatnya kuat. Hurufnya ada 1, yaitu: Dhad.

Khafa’, yaitu:
Hilangnya sebagian suara huruf ketika melafalkannya. Sifatnya lemah. Hurufnya ada 3, yaitu: Ha, Wau dan Ya.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: